31 Mei 2016

Manuskrip Datok Syahbandar Selesai Direstorasi

By Admin Web In Budaya
43fac222-3650-40df-afb2-019de1cdfa20

Manuskrip Datok Bandar sedang direstorasi.

Oleh Ildaf Al Kiad, Daik Lingga

MANUSKRIP yang berisikan Catatan harian Datuk Syahbandar Abang Yahya pejabat Kerajaan Lingga – Riau era Sultan Abdurrahman Muazzam Syah II ( 1884 – 1911 ) koleksi Museum Linggam Cahaya telah selesai direstorasi.

Menurut H Madris Kasi Restorasi Arsip Konvensional ANRI Restorasi adalah suatu tindakan khusus yang dilaksanakan guna memperbaiki dan memperkuat dokumen atau Arsip yang mengalamai kerusakan.

Sebelumnya Manuskrip berisikan catatan harian Datok Syahbandar yang dipamer di Museum Linggam Cahaya bagai terbiar. Bermula beberapa tahun yang lalu pihak Dinas Kebudayaan dan Pariwisata telah mendapatkan hibah dari Almarhum Abang Ikhsan cicit Dato Syahbandar Abang Yahya. Menurut Isteri Almarhum menghibahkan naskah ini supaya dapat dirawat dan diangkat berbagai informasi yang ada.

Sampai saat ini pihak keluarga belum mengetahui isi naskah tersebut. Pada bulan april yang lalu barulah naskah yang sebagian lembarannya sudah rapuh dan rusak itu telah dibawa ke Tanjugpinang untuk direstorasi oleh restorator BPAD (Badan Perpustakaan Provinsi Arsip Daerah ).

88808fcd-d325-4c3a-b333-8100775722a6

Salah satu lembaran manuskrip Datok Bandar.

Lembaran manuskrip catatan Datuk Syahbandar Abang Yahya mempunyai nilai penting bagi sejarah karena mengandung berbagai informasi yang berkenaan dengan suasana Lingga Riau kala itu. Kini naskah yang telah direstorasi telah disimpan kembali di Museum Lingga Cahaya. Untuk dapat mengangkat kembali sejarah yang terpendam pihak Dinas Kebudayaan dan Pariwisata perlu memberikan peluang juga kemudahan kepada berbagai pihak yang ingin menelitinya.

Manuskrip berisikan berbagai kisah sehari-hari yang dialami Datuk Syahbandar Abang Yahya. Catatan itu ada juga menceritakan tentang dipecatnya Sultan Abdurrahman Muazzam Syah III pada tahun 1911 dan pengepungan Pulau Penyangat oleh angkatan laut Belanda.

Menurut catatan saat Sultan dipecat Datuk Syahbandar tengah berada di Tanjungpinang  dan malah diminta oleh Residen Riau untuk menyita senjata api milik beberapa pejabat Kerajaan di pulau Penyengat.

Catatan tentang penyitaan senjata itu dicatat pada hari Jumat 11 Safar 1329 bersamaan dengan 10 Februari 1911. Datok Syahbandar mencatat:

Hamba dipanggil Tuan Residen sampai sahaja ia berkhabar mintak tolong pintakkan siapa2 yang ada senapang

Hamba pergi sendiri mengadap Tengku Besar ada 1 dan
Engku Ali Al Haj 11 senapang dan 2 pistul Raja Hitam 1
Senapang Raja Abdurrahman Pak Cik 1 Senapang dan
Engku Tuhum 1 senapang dan Engku Syeikh 1 Senapang
dan tengku besar dipecat dan tuanku dipecat kesalahan
melanggar politik kontrak pasal bendera dan tidak
mengindahkan nasehat yang diberi oleh gubernemin
beberapa2 kali

Ini hari dipecat oleh Tuan Residen
Bruijn Kops dan dikeluarkan plakat oleh Tuan Residen itu.

 

Datok Syahbandar Abang Yahya merupakan pejabat Kerajaan, ia dilantik sebagai sebagai Datok Syahbandar Lingga oleh Yang Dipertuan Muda Riau ke-10 Raja Muhammad Yusuf Al Ahmadi pada bulan Zulqaidah 1301 Hijriah.

Jabatan Syahbandar untuk daerah Lingga dengan tugas sebagai sebagai pejabat yang menjalankan dengan pelabuhan untuk mengatur kapal-kapal dagang yang masuk dan keluar dari labuhan daerah Lingga. Untuk mengetahui tentang pelantikan Abang Yahya sebagai Datuk Syahbandar Lingga dapat dilihat dari Naskah pelantikan Datuk Syahbandar Abang Yahya oleh Raja Muhammad Yusuf Al Ahmadi yang dikeluarkan di Lingga pada bulan Zulqaidah 1301 Hijriah bersamaan bulan Agustus.

Selama Abang Yahya menjabat sebagai Datuk Syahbandar Lingga dia juga dilantik Sultan Abdurrahman Muazzam Syah memegang berbagai jabatan lain.

Dari beberapa arsip yang ditemui Abang Yahya pernah juga menjabat sebagai Tukang ukur dan juru tulis urusan pertanahan di dalam Mahkamah Lingga. Jabatan lainnya sebagai ketua dan komisi yang bertugas sebagai penasehat amir-amir di Pulau Tujuh dalam melaksanakan pemerintahan.

Ia mengakhiri jabatannya dengan mengundurkan diri. Untuk menindaklanjuti hal tersebut pada 13 Maret 1911 Residen Riau G F de Bruin Cops telah mengeluarkan surat pemberhentian abang Yahya sebagai Datok Syahandar .

Pada tarikh yang sama Residen Riau telah mengeluarkan surat pelantikan abang Yahya sebagai Ahli Musyawarat di pulau Penyengat. Pada 20 April 1911 Abang Yahya telah dilantik oleh Residen Riau sebagai Amir.

Di bawah ini salinan isi naskah pelantikan Abang Yahya sebagai Datuk Syahbandar Lingga.  Naskah terdapat Cap Yang Dipertuan Muda Raja Muhammad Yusuf Al Ahmadi dan disampingnya cap Residen Riau dan tanda tangan Residen Riau W.A de Kanter bertarikh 17 Oktober 1905. Cap dan tanda tangan Residen ini dikeluarkan selepas surat ini telah lama dikeluarkan oleh Raja Muhammad Yusuf. Dibawah ini isi surat pelantikan Abang Yahya sebagai Datok Syahbandar Lingga:

Dengan nama
Seri Paduka yang Dipertuan Sultan didalam Kerajaan Riau dan Lingga
dengan takluknya

Bahwa kita Raja Muhammad Yusuf  Yang berpangkat Seripaduka yang dipertuan Muda yang
kesepuluh didalam Kerajaan Riau dan Lingga dengan segala takluknya dan wakil Mutlak
lagi Mufuwwad diatas segala pekerjaan kerajaan Riau dan Lingga segala takluknya

Dengan sesungguhnya sekarang yang kita telah mengaruniakan surat ini kepada abang
Yahya ibni abang Umar yaitu yang telah kita jadikan pegawai didalam negeri Lingga dengan
kita karuniakan pangkat dan nama Bandar didalam negeri Lingga yaitu pekerjaan akan jadi
ibu bapa diatas segala dagang yang masuk dan yang keluar Khas dan 'am maka hendaklah
jangan siapa mengata tiada tahu kemudiannya, Syahdan dengan kita titahkan kepada segala
mereka yang dibawah titah perintah kita maka hendaklah memandang dengan pandangan
yang hormat diatas abang Yahya yang telah kita karuniakan pangkat dan nama bandar yang
telah tersebut ini, dari karena itu jadi kita karuniakan persalin dengan pakaian yang
munasabah pada masa zaman sekarang ini adanya

Sah dengan nyatanya telah adalah tanda tangan dan cap kerajaan kita materikan
Diperbuat surat ini didalam negeri Lingga hari bulan Zulqaidah hari

Tahun 1301 Dan berbetulan pada Hari bulan Agustus 1883. 

 

Dibawah ini surat yang dikeluarkan Residen Riau tentang pemberhentian Abang Yahya sebagai Syahbandar Lingga.

 

Cap Residen Riau

Bahwa kita Seri paduka Tuan Besar F, G , de Bruin Kops Residen Riau dan daerah
takluknya yang menjalankan pemerintahan Kerajaan Lingga Riau dan sekalian daerah

Sesungguhnya telah kita karuniakan surat pirman ini kepada Haji Yahya Datuk Syahbanda
Lingga yang ianya kita berhentikan di atas permintaan sendiri dengan hormat dari pada
jabatannya yang tersebut itu

Dari pada sah dengan nyatanya telah adalah mohor dan tanda tangan kita termateri diatas

Termaktub di Tanjung Pinang 13 Hari bulan maret tahun 1911.

Foto-foto oleh Muhammad Hasbi.

Komentar

komentar