14 Mei 2016

LIPI Tempatkan Dua Tim Peneliti ke Lingga

By Admin Web In Manusia
LIPI

Bupati Lingga Alias Wello dan Deputi LIPI Prof. Bambang Subiyanto (Foto M. Hasbi).

 

DI mata  Deputi Bidang Jasa, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Prof Dr Bambang Subiyanto Kabupaten Lingga adalah potensi besar. Tidak hanya potensi sumber daya alam, pertanian, kelautan, tetapi juga sejarah dan kebudayaan. Karena itu lembaga tersebut tertarik bekerja sama untuk membantuk mengembangkan potensi Lingga.

LIPI akan menempatkan dua tim untuk mengadakan penelitian langsung kepada masyarakat, menyingkronkan keinginan masyarakat Lingga dengan kepentingan pemerintah. Membangun sumber daya manusia (SDM). Selain itu, akan ada juga Tim yang mengkaji SDA yang bisa dikembangkan.

“Wilayah kelautan Lingga menjanjikan untuk mengembangkan potensi kelautan dan perikanan. Begitu juga lahan tidur untuk digarap pertanian dan peternakan,” ungkap Profesor Bambang di Balai Agung Junjungan Negri, Bandar Sultan Mahmud Riayat Syah III, Daik Lingga.

Cerita Rakyat

Profesor Bambang juga mengatakan cerita rakyat asli Indonesia berpeluang besar menjadi  Ingatan Dunia (Memory of The Word/MOW). Termasuk cerita rakyat asli dari kabupaten Lingga Bunda Tanah Melayu untuk didaftarkan ke United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO). Hal tersebut diungkapkan Bambang saat penandatangan kerjasama antara LIPI dengan Pemkab Lingga, Kamis (12/5) kemarin.

Saat ini terang Bambang, LIPI sedang gencar melestarikan arsip. Hal tersebut guna, melestarikan warisan budaya yang mencerminkan keragaman bahasa dan budaya di dunia menjadi bagian dari ingatan manusia dari peradaban kuno dan modren.

“Kita lagi mengesa cerita Panji (red cerita Rakyat dari Jawa Timur) untuk menjadi salah satu ingatan dunia. Mendaftarkannya ke UNESCO. Nanti bisa juga kalau ada arsip dari sini (red Lingga) yang akan menjadi ingatan dunia,”

Hal ini tentunya sejalan dengan wacana kabupaten Lingga yang bergelar Bunda Tanah Melayu. Menjadikan Daik sebagai pusat Melayu semenanjung dan  memiliki ribuan arsip dan ratusan judul manuskrip serta puluhan karya cetak yang pernah terbit di Lingga, melalui percetakan tertua di Nusantara yakni Rumah Cap Kerajaan.

Adanya kerjasama ini, membuka simpul dan memberi celah warisan sejarah Lingga, sebagai Bundanya semenanjung melayu yang sememangnya kaya untuk diangkat kembali. Baik karya sastra, seni maupun arsip-arsip kerajaan Lingga yang banyak menumpuk di Museum Linggam Cahaya yang siap untuk dikaji lebih lanjut.

Ditempat yang sama, Bupati Lingga Alias Wello mengharapakan adanya kerjasama LIPI dan Pemkab Lingga dapat memberikan manfaat yang besar-besarnya untuk masyarakat di kabupaten Lingga – Muhammad Hasbi

Komentar

komentar